BPBD Tanggamus Akan Menormalisasi Dan Pemasangan Bronjong Di Dusun Pihabung Sukabanjar Kotaagung Timur

oleh

Grafiknews.com, Tanggamus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus akan melakukan Normalisasi dan Pemasangan Bronjong sepanjang 300 meter disisi kiri bendungan mini 2 milyar, di Dusun Pihabung, Pekon Sukabanjar Kecamatan Kotaagung Timur.

Normalisasi dilakukan pasca banjir besar yang terjadi pada Sabtu 12 April 2025 lalu, merusak disisi kiri Bendungan hingga menciptakan aliran sungai baru yang mengerus lahan permukiman warga setempat.

Akibatnya, satu kandang kambing milik warga hanyut, satu gudang serkel kayu rusak berat, pohon-pohon besar tumbang, dan satu keluarga terpaksa mengungsi dan membongkari rumahnya yang nyaris tergerus aliran sungai baru, serta puluhan rumah terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Tanggamus, Hendarman mengatakan, pasca banjir April lalu, tim BPBD tanggamus melakukan asesmen di lokasi, menyatakan bahwa musibah banjir tersebut perlu ditindaklanjuti dengan program normalisasi sungai dan pembangunan bronjong.

Menurut Kabid, BPBD akan melakukan pemasangan bronjong dua lapis sepanjang 50 meter, serta menormalisasi sungai sepanjang 250 meter, sebagai upaya mengatasi dampak bencana pasca banjir besar yang merusak permukiman warga setenpat, dan tidak ada kaitannya dengan bendungan dan aliran sawah.

” Jika mengacu pada proposal pengajuan serta tidak ada hambatan, pelaksanaannya akan dimulai ahir bulan Mei ini. Sumberdananya dari biaya tak terduga (Btt) angaran pendapatan belanja daerah tanggamus tahun 2025,” Jelasnya kepada Grafiknews.com. Mingu 25/5/2025.

Ditambahkan Sudarman, normalisasi dan pemasangan bronjong itu untuk mengarahkan kembali aliran air ke bendungan, dan bukan untuk mengaliri hamparan sawah warga dusun pihabung, imbuhnya.

Bersamaan, Bainuri, ketua RT 04 Dusun Pihabung, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tanggamus dalam hal ini badan penanggulangan bencana daerah tanggamus, yang telah mengambil langkah cepat mengupayakan terialisasinya rencana normalisasi tersebut, ujarnya.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *