Mahasiswa Unila Belajar Budaya Lombok Lewat Pertukaran Mahasiswa Merdeka

  • Whatsapp


Grafiknews.com, Bandar Lampung- Mahasiswa Unila belajar tradisi dan budaya Lombok melalui pertukaran mahasiswa merdeka(PPM) yang dilaksanakan Kemendikbudristek.

Mahasiswa peserta PPM Diaz Muhammad Hartawan sudah lama tertarik dengan kebudayaan Lombok. Dia sering menonton tradisi dan budaya Lombok melalui televisi, juga menggalinya dari teman kuliah asal Lombok. Bahkan, mahasiswa Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Lampung (Unila) ini terobsesi untuk melihat tradisi dan kehidupan masyarakat lokal Lombok secara langsung.

Siapa sangka, ternyata keinginannya itu terwujud melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) tahun 2022 dari Kemendikbudristek. Diaz dinyatakan lolos PMM untuk mengikuti pertukaran mahasiswa ke Universitas Mataram (Unram), Lombok, selama satu semester, mulai Agustus hingga Desember 2022.

Menurut Diaz, selama kuliah di Unram, dia mengambil prodi yang linear karena ingin mendalami ilmu hukum. Hal yang membuatnya antusias karena program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memiliki Modul Nusantara yang memperkenalkan budaya setempat kepada para mahasiswa, di luar rutinitas perkuliahan kampus.

“Saya masih menunggu kegiatan Modul Nusantara untuk lebih mengenal kebudayaan Lombok. Kami diagendakan mengunjungi berbagai desa lokal, contohnya Dusun Sade. Dusun yang dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat asli suku Sasak dan kehidupan pribumi Lombok. Saya tidak sabar untuk berkunjung ke sana,” kata Diaz beberapa waktu lalu diwawancara melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, salah satu tradisi yang ingin dia pelajari adalah tradisi Merarik, yaitu tradisi kawin lari pada Suku Sasak. Bagi masyarkat Sasak, Merarik berarti mempertahankan harga diri dan menggambarkan sikap kejantanan seorang pria Sasak, karena ia berhasil mengambil (melarikan) seorang gadis pujaan hatinya.

“Tradisi ini menarik karena mirip dengan tradisi yang ada di Lampung yaitu Sebambangan,” kata Diaz.

Tradisi lain yang ingin dia lihat di Lombok adalah Tradisi Peserean. Tradisi ini adalah pertarungan antara dua lelaki bersenjatakan tongkat rotan dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras.

“Saya sering melihat tradisi ini di TV maupun media sosial, jadi saya ingin melihatnya secara langsung,” tuturnya.

Menurut Diaz, kuliah di Unram juga merupakan kuliah perdana yang dia ikuti secara tatap muka setelah masa pandemi covid-19. Selama ini, perkuliahan di Unila masih digelar secara daring. Teman-teman yang sangat terbuka dengan orang baru juga membuatnya nyaman di kuliah di kampus berbeda.

“Berkuliah di sini nyaman karena didukung dosen yang kompeten dan teman-teman yang sangat terbuka dengan orang baru. Kendalanya mungkin hanya di mobilitas. Kalau di sini saya mengandalkan transportasi online karena tidak ada transportasi umum,” ungkapnya.

Pertama tiba di Unram, ujar Diaz, dia bersama mahasiswa PMM lain mengikuti upacara penyambutan yang dipimpin langsung rektor Unram. Kegiatan yang digelar bersamaan dengan peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia itu dimeriahkan dengan pawai budaya sehingga mahasiswa PMM berbaur dengan mahasiwa Unram yang mengenakan pakaian adat daerah Lombok.

Diaz juga menceritakan tahapan seleksi yang dia lewati sebelum dinyatakan lolos PMM. Informasi tentang PMM ia dapatkan dari media sosial resmi @kampusmerdeka.ri. Di sana diumumkan jadwal serta syarat-syarat pendaftaran.

Diaz kemudian mengikuti serangkaian seleksi, mulai dari seleksi berkas administrasi hingga mengikuti beberapa tes. Ia bersyukur karena pihak fakultas memfasilitasi proses seleksi awal sehingga ia bisa lanjut ke tahap berikutnya.

“Proses seleksi diawali dengan mengikuti seleksi administrasi. Beruntung pihak fakultas memfasilitasi dengan baik sehingga saya dapat menyelesaikan berkas administrasi dengan cepat. Setelah berkas administrasi selesai diverifikasi, kemudian peserta melakukan tes kebhinekaan,” ujarnya.

Pada Juli 2022, nama Diaz masuk dalam daftar mahasiswa yang terpilih mengikuti program PMM di Universitas Mataram, Lombok, beserta tiga delegasi lainnya.

Dia berharap, ilmu pengetahuan serta keterampilan baik hardskills maupun softskills yang ia dapatkan selama PMM dapat berguna dalam meningkatkan daya saingnya setelah lulus nanti. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *