Pemkot Bandar Lampung Buka Pemilihan Muli Mekhanai 2026, Cari Duta Pariwisata Muda

oleh

Grafiknews.com, Bandar Lampung- Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali membuka ajang Pemilihan Muli Mekhanai 2026 sebagai sarana menjaring generasi muda berbakat untuk menjadi ikon sekaligus duta pariwisata kota.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengatakan pemilihan tahun ini tetap mengusung konsep yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya dengan membuka kesempatan luas bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Menurutnya, pendaftaran telah dibuka sejak Februari hingga Maret 2026. Peserta yang dapat mengikuti seleksi merupakan warga Bandar Lampung berusia 15–24 tahun, belum menikah, berpenampilan menarik, serta memenuhi syarat tinggi badan minimal 165 sentimeter untuk Mekhanai dan 160 sentimeter untuk Muli.

“Selain itu peserta harus sehat jasmani dan rohani, memiliki bakat atau prestasi tertentu, mampu berbahasa asing, serta memiliki wawasan pariwisata, seni, dan budaya Lampung,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Adiansyah menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan atau ketampanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah menampung potensi positif generasi muda sekaligus menyiapkan figur yang dapat berperan aktif dalam mempromosikan daerah.

Tahapan seleksi akan dimulai dari audisi awal yang kemudian dilanjutkan ke babak semifinal. Peserta yang lolos akan mengikuti sesi wawancara serta penilaian bakat.

Ia menjelaskan, pada tahun ini tidak ada masa karantina bagi peserta. Panitia hanya memberikan pembekalan kepada para finalis sebagai bentuk efisiensi anggaran.

Dari seluruh peserta, panitia akan memilih 15 pasang finalis atau 30 orang yang berhak melaju ke grand final. Malam puncak pemilihan dijadwalkan berlangsung pada pertengahan April 2026, sementara tahapan wawancara dan penilaian direncanakan digelar pada awal April.

Adiansyah juga menyampaikan apresiasi Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, terhadap kiprah Muli Mekhanai yang selama ini aktif membantu promosi daerah. Terbaru, peran mereka mendapat perhatian saat kegiatan pameran di Boyolali.

“Stand Bandar Lampung bahkan menjadi sorotan dan masuk dalam pemberitaan di media sosial Kementerian Desa Tertinggal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *