Bau Menyengat Dari Kandang Ayam Petelur. Pemda Respon Keluhan Warga Akan Turun Kelokasi.

oleh

Grafiknews.com | Tanggamus – Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus merespons keluhan warga terkait bau menyengat dari kandang ayam milik perusahaan perseorangan di Dusun Tulung Kistang Pekon Kampung Baru Kecamatan Kotaagung Timur. Pemerintah daerah berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan.

Kepala Bidang Produksi Peternakan Dinas Peternakan Tanggamus, Amiril Hasan, menyatakan pihaknya prihatin atas kondisi yang dialami warga selama bertahun-tahun. Menurut dia, dinas akan memastikan legalitas serta kepatuhan pengelolaan kandang terhadap aturan yang berlaku.

“Kami akan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya,” kata Amiril melalui sambungan telepon, Minggu, 8/2/2026.

Ia menjelaskan, tahap awal yang akan dilakukan adalah memeriksa kelengkapan dokumen perizinan lingkungan dari pemerintah pekon dan kecamatan. Setelah itu, tim akan meninjau aktivitas peternakan untuk memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP).

“Semua temuan di lapangan akan kami koordinasikan dengan pimpinan untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut,” ujarnya.

Namun, Amiril menegaskan kewenangan Dinas Peternakan terbatas pada pemberian rekomendasi operasional. Sementara untuk sanksi administratif lanjutan, diperlukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya.“Terkait sanksi, kami hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Grafiknews.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pemilik kandang ayam petelur melalui pesan WhatsApp di nomor +62 877-9944-xxxx. Namun, belum ada tanggapan resmi.

Sebelumnya diberitakan, bau menyengat dari kandang ayam di Kotaagung Timur dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari. Aroma tak sedap tersebut bahkan mengganggu pelaksanaan sebuah hajatan hingga membuat sejumlah ibu-ibu yang bekerja di dapur merasa mual.

Lokasi hajatan diketahui berdampingan langsung dengan kandang ayam petelur yang telah beroperasi selama bertahun-tahun di belakang permukiman warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *