Grafiknews,com, Bandar Lampung-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung mulai menerapkan sistem buka–tutup putar balik (u-turn) di Jalan Teuku Umar guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi pada jam-jam padat kendaraan.
Kebijakan ini difokuskan pada dua titik rawan kemacetan, yakni putar balik Koga Atas yang berada di dekat Holland Bakery serta putar balik Koga Bawah di depan Mie Koga.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat Alamsyah, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai respons atas tingginya kepadatan arus kendaraan, terutama pada pagi dan sore hari ketika mobilitas masyarakat meningkat.
Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dengan menutup akses putar balik menggunakan barrier, traffic cone, serta penjagaan petugas di lapangan.
“Ini sifatnya tidak permanen. Kami melakukan sistem buka–tutup pada jam-jam sibuk untuk mengurai antrean kendaraan yang sering menumpuk di titik putar balik,” ujarnya.
Selain di Jalan Teuku Umar, Dishub juga memantau arus kendaraan di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam yang memiliki volume lalu lintas cukup tinggi. Namun, pada tahap awal pengaturan prioritas masih difokuskan di kawasan Koga.
Socrat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup u-turn secara permanen karena harus mempertimbangkan kebutuhan akses menuju fasilitas kesehatan di sekitar lokasi.
“Di kawasan itu ada rumah sakit. Kami harus mempertimbangkan akses ambulans dan masyarakat yang membutuhkan layanan darurat,” jelasnya.
Ia menambahkan, rekayasa lalu lintas ini merupakan instruksi Wali Kota Bandar Lampung dan dilaksanakan secara kolaboratif bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung.
Melalui kebijakan ini, Dishub berharap arus kendaraan pada jam-jam sibuk dapat lebih lancar tanpa menghambat akses masyarakat, terutama bagi kendaraan darurat yang membutuhkan jalur cepat.

