Mikdar menilai, sejarah Dipasena sebagai kawasan tambak udang terbesar di Asia pada masa lampau menjadi bukti kuat bahwa potensi Lampung besar. Menurutnya, dengan sinergi antara regulasi pemerintah, kemudahan akses modal, dan pembenahan infrastruktur, kejayaan tersebut sangat mungkin untuk diulang.
“Dipasena memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan utama komoditas udang nasional. Kita ingin kejayaan itu kembali, bahkan lebih besar, sehingga produk udang dari Lampung benar-benar mampu mendominasi pasar global,” tegas Mikdar Ilyas, Minggu, 15 Februari 2026.
Mikdar menyoroti bahwa kebangkitan Dipasena harus berbarengan dengan stabilitas harga dan kepastian pasar bagi para petambak. Ia mendorong pemerintah daerah untuk menjamin distribusi yang lancar. Serta memastikan kualitas produksi udang Lampung memenuhi standar ketat pasar internasional (globalGAP).

