Ketua Dekranasda Lampung Tegaskan Komitmen Angkat Wastra dan Budaya ke Panggung Nasional

oleh

Grafiknews.com, Bandar Lampung— Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provins Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan komitmennya untuk mengangkat wastra dan budaya Lampung agar tetap hidup, relevan, serta bernilai ekonomi melalui keterlibatan aktif generasi muda. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri UIC Creative Showcase 2026 bertema “Advancing Lampung Heritage and its Living Treasure: The Majestic Lampung” di UIC Campus BSD, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ajang tahunan yang diselenggarakan UIC College ini menampilkan ratusan karya kreatif mahasiswa yang menjadikan Lampung sebagai objek riset, sumber inspirasi desain, sekaligus basis pengembangan produk budaya dengan pendekatan modern dan berorientasi pasar.
UIC Creative Showcase 2026 merupakan puncak rangkaian study week mahasiswa UIC College di Provinsi Lampung pada 22–25 November 2025. Selama kunjungan lapangan tersebut, mahasiswa berdialog langsung dengan perajin, pelaku budaya, dan komunitas lokal guna memahami Lampung secara utuh, tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga nilai tradisi, konteks sosial, serta potensi ekonomi kreatif yang dimilikinya.
Pengalaman lapangan tersebut menjadi fondasi lahirnya berbagai karya inovatif yang dipamerkan dalam UIC Creative Showcase 2026, sebagai bentuk penerjemahan riset ke dalam desain produk, karya seni, hingga model bisnis berbasis budaya Lampung.
Beragam kegiatan ditampilkan dalam ajang ini, di antaranya Bazaar & Exhibition (merchandise, aksesori, lukisan, dan karya seni), Professional Presentation untuk Dekranasda, Arts Installation, E-Commerce Solution, Graphic Design Portfolio UMKM Presentation, Lampung Inspired Fashion Show, serta Music Performance.
Dalam kesempatan tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza—yang akrab disapa Batin Wulan—meninjau langsung stan karya mahasiswa, berdialog dengan para kreator muda, serta memberikan apresiasi atas inovasi yang memadukan wastra dan budaya Lampung dengan pendekatan kontemporer.
Dalam sambutannya, Batin Wulan menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian mahasiswa UIC College yang mampu menerjemahkan kekayaan budaya Lampung menjadi karya kreatif, relevan, dan bernilai ekonomi.
“Saya sangat bangga melihat bagaimana anak-anak muda ini tidak hanya mempelajari Lampung, tetapi benar-benar meresapi warisan budayanya dan menghadirkannya dalam karya modern yang berdaya saing,” ujar Batin Wulan.
Ia menyoroti sejumlah karya unggulan, seperti desain fesyen bermotif tapis dan ikon gajah Lampung, tumbler bermotif budaya Lampung, inovasi body scrub dan selai berbasis kopi Lampung, hingga produk kriya anyaman yang dinilai siap dipasarkan. Menurutnya, karya-karya tersebut membuktikan bahwa budaya Lampung dapat berkembang seiring tren global tanpa kehilangan identitas.
Tema “Living Treasure” dinilai sangat tepat karena menempatkan perajin, seniman, dan pelaku budaya Lampung sebagai aset berharga yang harus dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan secara berkelanjutan kepada generasi muda.
Batin Wulan juga menegaskan komitmen Dekranasda Lampung untuk menjalin kolaborasi berkelanjutan dengan UIC College, khususnya dalam pengembangan pariwisata budaya, penguatan UMKM, serta edukasi kreatif bagi generasi Z. Produk karya mahasiswa seperti suvenir, merchandise, tumbler, dan tote bag bermotif Lampung dinilai berpotensi dikembangkan sebagai identitas resmi cenderamata daerah.
Selain itu, Dekranasda Lampung membuka peluang kolaborasi di bidang musik, khususnya karya mahasiswa UIC yang mengangkat lagu berbahasa Lampung, untuk diperdengarkan di destinasi wisata, hotel, hingga bandara sebagai bagian dari promosi budaya daerah.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal karya, tetapi juga edukasi, nilai budaya, dan keberlanjutan ekonomi kreatif Lampung. Generasi muda memiliki peran strategis sebagai jembatan antara tradisi dan inovasi,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Batin Wulan berpesan kepada mahasiswa untuk terus berinovasi dan menjunjung tinggi nilai budaya Indonesia.
“Kalian adalah aset bangsa. Teruslah berkarya dan jadikan budaya sebagai kekuatan di mana pun kalian melangkah,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Benedictus Permadi, mengapresiasi UIC Creative Showcase 2026 sebagai model kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, warisan budaya tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi produk, gagasan, dan model bisnis yang relevan dengan pasar tanpa kehilangan identitas.
UIC Creative Showcase 2026 diharapkan menjadi ruang strategis yang mempertemukan talenta muda, akademisi, UMKM, dan pemerintah dalam memperkuat posisi wastra dan budaya Lampung di ekosistem ekonomi kreatif nasional. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *