Grafiknews.com | Tanggamus – Jalan alternatif Proyek Pengatian Jembatan Way Binjai di Kotaagung Timur tanpa pengaturan lalu lintas dikeluhkan penguna jalan. Banyak penguna jalan nyaris betabrakan.
Zainuddin, pengandara motor yang nyaris menjadi korban tabrakan dengan penguna jalan lainnya mengeluhkan presedur kerja kontraktor. Pasalnya jalan alternatif yang disediakan pelaksana sempit dan menikung tanpa pengaturan lalu lintas.
Menurut Zainuddin, PT DWI CANDIKA pelaksana proyek pergantian jembatan senilai 1.4 milyar lebih itu, pekerjaan 3 bulan lebih kerja, tanpa mengunakan pengatur lalu lintas. Seharusnya pengaturan lalu lintas itu harus dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penguna jalan disekitar area proyek.
“Pengaturan lalu lintas itu harus ada, untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan pengguna jalan, terlebih jalan alternatif yang disediakan kontraktor itu sempit dan menikung sehinga jarak pandang terhalang, ” Jelasnya. Senin 27/10/2025.
Dirinya berharap kepada pihak kontraktor untuk memperhatikan standar keselamatan para penguna jalan, sehinga pergerakan kendaraan lancar dan tidak tergangu. Seraya berharap konfensasi tanam tumbuh yang gunakan sebagai jalan alternatif yang dikeluhkan pemilik lahan segera di selesaikan, tutupnya.
Terpisah, Matsun, pengamanan proyek mengatakan, banyak penguna jalan yang mengeluhkan tidak adanya petugas pengatur lalu lintas diarea proyek. Namun dirinya berdalih kalau itu bukan merupakan kewenangan dirinya.
Menurut dia, keluhan penguna jalan tersebut sudah ia sampaikan kepada pelaksana proyek sebelumnya, meski sampai saat ini belum ada petugas yang mengatur lalu lintas, ujarnya.

