Lonjakan Pendaftar PPDB, 48 Siswa Gagal Masuk SMPN 1 Kotaagung Timur: DPRD dan Komite Sekolah Cari Solusi

oleh

Grafiknews.com, Tanggamus – Membludaknya jumlah pendaftar pada jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 1 Kotaagung Timur memunculkan persoalan baru. Sebanyak 48 calon siswa tidak lolos seleksi karena kuota yang terbatas.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Tanggamus dan Komite Sekolah langsung bergerak mencarikan solusi.

Anggota Komisi IV DPRD Tanggamus dari Fraksi Gerindra, Zudarwansyah, menyampaikan bahwa banyaknya pendaftar menandakan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMPN 1 Kotaagung Timur.

“Siswa yang mendaftar melebihi kuota, itu menandakan kualitas pendidikan di sana semakin baik,” ujarnya kepada grafiknews.com. Senin, 30/6/2025.

Menurut mantan ketua DPC Apdesi Tanggamus itu, bahwa pihaknya bersama Komisi IV DPRD Tanggamus akan membahas masalah ini lebih lanjut agar semua calon siswa dari wilayah Kotaagung Timur tetap bisa tertampung di sekolah favorit mereka.

“Saya sudah berkoordinasi dengan komite sekolah dan kepala sekolah untuk mengupayakan agar siswa yang tidak diterima pada PPDB tahun ini tetap bisa bersekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 1 Kotim, Imron Hasan, menyampaikan bahwa pihak sekolah dan panitia PPDB telah mengidentifikasi satu ruang kelas yang selama ini tidak digunakan. Meski kondisinya kurang layak, ruang tersebut bisa menjadi alternatif untuk menampung calon siswa yang tidak lolos seleksi awal.

“Hasil koordinasi dengan sekolah dan panitia, sebanyak 48 siswa yang tidak lolos akan diupayakan tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar,” jelas Imron.

Sebagai bentuk transparansi dan musyawarah bersama, pihak komite mengundang seluruh wali murid yang anaknya tidak lolos dalam pengumuman PPDB hari ini, Senin 30 Juni untuk hadir langsung ke sekolah pada Selasa 1 Juli 2025 pukul 09.00 WIB.

“Demi rasa keadilan, kami undang wali murid tersebut untuk hadir, melihat langsung ruang yang tersedia, dan bermusyawarah mencari solusi agar anak-anak mereka tetap bisa menjadi siswa SMPN 1 Kotaagung,” tutup Imron.(Zahiri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *