Pasca Pemberitaan Media Massa Pemotongan Bantuan PIP di SDN Umbar. Ini Penjelasan Kepala Sekolah Dan Kordes.

oleh

Grafiknews.com, Tanggamus – Skandal Pemotongan dan Penahanan Buku Rekening bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) SDN Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan yang menuai amarah wali murid. Ini klarifikasi Kepala sekolah dan oknum Kordes.

Melalui pesan whatsaap Masrikin menegaskan, kalau dirinya tidak mau terkena imbas permasalahan ini, serta tidak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut. Karenanya ia hari ini akan segera menemui sang kordes yang diduga melakukan pemotongan dana bantuan PIP siswa.

Menurut Kepala SDN 1 Pekon Umbar itu, dirinya hari ini akan segera menemui pak Andira, untuk membicarakan permasalahan pemotongan itu agar segera menyelesaikan urusan dengan semua wali murid.

“Urusan itu harus segera diselesaikan, saya tidak mau kena imbas permasalahan ini. Mohon pak posisi saya di gunung, signal susah untuk komunikasi,” Jelasnya kepada Grafiknews.com Minggu 22/12/2024.

Bersamaan, Andira selaku Kordes bantuan PIP Asfirasi SDN 1 Umbar menjelaskan, kalau dirinya tidak melakukan pemotongan bantuan pip siswa, terkait kekurang 300 ribu per siswa itu akan segera diterima para siswa dalam waktu dua hari kedepan.

Menurut dia, kekurangan pembayaran 300 ribu itu terlebih dikarenakan proses pencairannya yang belum selesai. Bukan berarti tidak akan diterima para siswa, terlebih kalau saya melakukan pemotongan, tegasnya.

“Dalam waktu dua hari kedepan buku rekening juha kekurangannya akan segera saya serahkan, tapi mungkin nilai yang diterima tidak utuh senilai 450 ribu. Mengingat medan disini sangat jauh, ditambah biaya administrasi lain, mulai dari kertas, materai dan lainnya, mungkin berkurang sekitaran 100 ribuan bg,” Jelas Andira melalui sambungan telepon.

Sebelumnya diberitakan, Para wali murid penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 1 Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan ulah oknum yang melakukan penahanan buku rekening serta pemotongan bantuan pip siswa sebesar 300 ribu, sehinga setiap siswa hanya menerima 150 ribu saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *