Tilap Dan Tahan Buku Rekening Bantuan PIP. Wali Siswa SDN 1 Pekon Umbar Menjerit.

oleh

Grafiknews.com, Tanggamus – Tilap dan tahan Buku Rekening bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) SDN 1 Pekon Umbar Kelumbayan, Kepala Sekolah dan Kordes setempat cuci tangan.

Sebanyak 78 siswa penerima bantuan PIP di SDN 1 Pekon Umbar mengeluhkan penahanan buku rekening serta pemotongan dana batuan program indonesia pintar mereka oleh oknum kordes setempat.

Informasi tersebut disampaikan oleh wali murid Hd, dirinya mengeluhkan pemotongan bantuan pip anaknya sebesar 300 ribu, dari nilai bantuan sebesar 450 ribu. Bahkan menurut dia, bantuan itu tidak dibagikan pihak sekolah, pembagiannya diantar kerumah masing-masing penerima oleh kordes, bukan dari pihak sekolah.

Dikatakan Hd, mingu lalu bantuan pip anak saya diantar oleh kodes setempat kerumah, bantuan yang diserahkan sebesar 150 ribu dari total bantuan 450 ribu per siswa dalam satu tahunnya. “Ini bantuan pip dari partai politik, Jelasnya menirukan.

Dirinya sempat menanyakan buku rekening dan jumlah bantuan yang diterima tidak susuai semestinya, namum tidak ada penjelas dari sang kordes. ” Tahun 2023 lalu anak saya mendapatkan bantuan utuh dan dibagikan langsung oleh pihak sekolah, ” Jelasnya kepada Grafiknews. Sabtu 21/12/2024.

Dari 78 siswa penerima bantuan pip, imbuhnya. Semua siswa hanya menerima sebesar 150 ribu, bahkan ada diantaranya yang belum menerima sampai hari ini. Karenanya ia berharap kepada pihak terkait untuk mengusut dan membuat terang permasalahan ini, dengan harapan dana yang mereka potong bisa dikembalikan kepada penerimanya, tutupnya.

Saat di konfirmasi, Kepala SDN 1 Pekon Umbar, Masrikin menjelaskan, terkait bantuan pip itu dirinya hanya sebatas mencairkan dari bank yang ditunjuk. Serta semua data penerima berasal dari kordes setempat yang mengkoordinir.

” Pembagian kepada siswa langsung oleh kordes yang ditunjuk, serta nilai bantuan itu dibagikan 250 ribu per siswa, bukan 150 ribu. Semua buku rekening siswa sudah diberikan kepada siswa, menurut laporan kordes, jelas kepala sekolah.

Dipihak lain, Koordinator Desa (Kordes) bantuan pip afirmasi, Husni Deni Saputra mengatakan kalau dirinya sudah digantikan oleh orang sebelum dana bantuan itu dicairkan. Bahkan dirinya baru tahu kalau ada pemotongan bantuan itu setelah ada komplain dari para wali murid.

“Tugas saya hanya sebatas menyosialisasika bantaun tersebut kepada calon penerima, kalau bantuan itu berasal dari Kementerian Pendidikan yang diupayakan melalui partai politik, serta penyaluran sesuai dengan regulasinya, ungkapnya.

Ditambahkan Husni, dirinya sudah berupaya mengkonfirmasi kepada kordes yang bersanhkutan terkait keluhan para wali murid, namun jawabnya arahkan mereka untuk menanyakan langsung kepadanya, atau kordes yang membagikan.

“Meski saya yang ditunjuk awal sebagai kordes, juga pernah mengikuti beberapa kali bimbingan teknis (Bimtek) untuk mengkoordinir bantaun pip di SDN 1 dan SDN 2.Umbar, tapi saya sudah digantikan sebelum bantuan itu dicairkan, tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *